img

Bersyukur atas Kenangan dan Siapkan Diri Menuju Masa Depan

Cerahnya hari ini, sejuknya angin, adalah salah satu nikmat tuhan yang patut kita syukuri. Dialah tuhan semesta alam, pemilik apa yang di langit dan di bumi yang dengan karunianya kita dapat bersilaturahim di tempat yang berbahagia ini dalam keadaan sehat wal’afiat. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menyempurnakan akhlaq manusia.

Dimana ada pertemuan disitu pula perpisahan akan menyertai, seperti yang dikatakan Imam Syafi’i bahwa:

“Tidak ada kebahagiaan yang bisa menyamai kebahagiaan perjumpaan dengan seorang teman, dan tidak ada kesedihan yang bisa menyamai kesedihan perpisahan dengan seorang teman”

Terkadang, pertemuan dan perpisahan terjadi terlalu cepat. Namun kenangan dan perasaan tinggal terlalu lama.

Lima tahun yang lalu, santri-santri Tahfidz angkatan 4 ini datang untuk menimba ilmu di Rumah Qur’an Madani. Santri dari berbagai daerah di Indonesia datang dengan sejuta harapan dan kini tibalah waktunya untuk kembali pulang ke kampung halam setelah berhasil menyelesaikan pendidikan dengan sejuta tantangan dan ujian. Datang dengan sejuta impian dan pulang dengan berjuta-juta capaian.

Kesabaran dan kerja keras kini telah membuahkan hasil, 5 tahun bersama dalam menimba ilmu, kini tiba saatnya kembali dengan membawa 30 Juz hafalan al-Qur’an dan selembar ijazah S1 di bidang Ekonomi islam. Hal ini tentulah tidak mudah. Semoga lelah antum semua menjadi lillaah dan bernilai ibadah.

Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya sahabat, justru inilah awal dari masa-masa yang sesungguhnya akan antum semua hadapi. Semoga dengan bekal ilmu agama, hafalan al-Qur’an 30 Juz dan ilmu ekonomiyang didapatkan dibangku perkuliahan bisa menjadi bekal untuk antum semua dalam mengandrungi samudera kehidupan.

Teruslah berjuang dalam kebaikan, jangan pernah berhenti untuk belajar, bersyukur dengan kenangan baik dan raihlan masa depan dengan bekal ketaqwaan.

Sampai kapanpun kita adalah keluarga. Dimanapun kalian berada janganlah lupakan kami, ingatlah kami adalah keluarga antum semua, dan MADANI adalah rumah antum semua. Doakan kami, Pengurus dan adik-adikmu disini agar bisa melanjutkan perjuangan. Dan datanglah kepada kami kapanpun antum semua ada waktu.

Terakhir, kami disini akan terus mendoakan kebaikan dunia akhirat untuk antum semua. Optimislah dalam berjihad memperbaiki diri, jaga lah baik-baik ketaqwaan yang sudah tertanam dalam diri dengan penuh istiqomah. Sampai juga di kehidupan selanjutnya dimana iman dan taqwa semakin meningkat, jaga diri dan nama baik almamater. Hiduplah dengan sejuta manfaat dimanapun antum berada. Semoga Allah swt merahmati kita semua dalam setiap keadaan

Jazaakumullaaahu khoiron katsiiron.

Maman Suryaman – Mudir Ma’had Madani Bandung